Jangan Biarkan! Ini Dampak Negatif Smartphone bagi Anak & Balita

Diam-diam smartphone ternyata menyimpan dampak buruk, baik bagi orang dewasa bahkan anak dan balita. Apa saja dampak negatif smartphone tersebut?

Smartphone mungkin menjadi salah satu hasil perkembangan teknologi yang berhasil membuat kehidupan kita menjadi lebih mudah. Mulai dari urusan pekerjaan, transportasi, hiburan, hingga sandang dan pangan bisa kita kerjakan secara sekaligus di satu smartphone

Dengan beragam fitur dan kemampuannya tersebut, smartphone bisa dikatakan sebagai alat yang esensial untuk menjalani kehidupan. Namun meski menyimpan banyak manfaat, smartphone juga bisa menimbulkan dampak negatif bagi penggunanya. Terlebih bagi anak dan balita, dampak negatif smartphone sangatlah banyak serta berbahaya jika terlalu sering menggunakannya.

Dampak Negatif Smartphone

Di umur yang sangat belia, anak dan balita sangat tidak disarankan untuk menggunakan smartphone, apalagi jika penggunaannya tidak diawasi. Berikut dampak negatif smartphone bagi anak dan balita:

  1. Gangguan Perkembangan Otak

Dampak negatif smartphone yang pertama ini mungkin bisa sangat berbahaya bagi anak dan balita. 

Pertumbuhan otak pada anak usia 0-2 tahun melaju sangat cepat hingga usia 21 tahun. Perkembangan otak sendiri sangat dipengaruhi oleh stimulasi dari lingkungannya.

Smartphone juga bisa menstimulasi, sama halnya komputer, televisi, dan tablet. Stimulasi itulah yang akan mempengaruhi perkembangan otak anak.

Jika penggunaan smartphone tidak diawasi dan dibatasi, bukan tidak mungkin anak akan mengalami keterlambatan kognitif, gangguan proses belajar dan berpikir, tantrum, serta impulsif yang berlebih sehingga membuat anak sulit untuk menjadi mandiri.

  1. Mengganggu Siklus Tidur

Anak dan balita yang tidak diawasi saat menggunakan smartphone bisa membuatnya terjaga lebih lama. Bahkan sebuah penelitian menyebutkan jika sebanyak 75% anak usia 9-10 tahun mengalami gangguan jam tidur karena penggunaan gadget yang berlebihan.

Hal ini bisa terjadi karena smartphone menghasilkan sinar biru (blue light) yang bisa membuat otak dan tubuh manusia mengalami kebingungan, waktu yang seharusnya untuk tidur terganggu oleh sinar biru yang biasanya ditemukan di siang hari.

Terganggunya siklus tidur ini bisa sangat mempengaruhi tingkat konsentrasi, karena kurang tidur membuat otak sulit berfungsi secara maksimal.

  1. Terlambat Bicara

Keterlambatan dalam berbicara atau speech delay seringkali terjadi pada anak. Ini adalah salah satu dampak negatif smartphone yang cukup berbahaya bagi anak.

Speech delay terjadi karena saat anak atau balita fokus pada smartphone atau gadget di genggamannya dan mengabaikan bahkan lupa jika ada orang lain di sekitarnya. Interaksi sosial mereka akan menurun secara perlahan sehingga berdampak buruk bagi perkembangan bahasa dan bicara.

  1. Kecanduan

Anak dan balita bisa dengan mudah mengalami kecanduan pada smartphone atau gadget jika penggunaannya tidak dibatasi.

Kecanduan terhadap smartphone sendiri bisa mempengaruhi karakter anak. Mereka bisa menjadi egois, mudah marah, dan sulit dinasihati.

  1. Kerusakan Fisik 

Dampak yang berbahaya lainnya dari smartphone adalah anak bisa mengalami kerusakan fisik. Rusak di sini bisa karena efek lanjutan dari paparan radiasi hingga kebiasaan anak saat menggunakan smartphone.

Kerusakan fisik yang dialami anak bisa seperti gangguan pada mata atau penglihatan, postur yang tidak ideal karena terlalu banyak membungkuk saat memakai smartphone, hingga obesitas.

Banyak yang mengatakan jika efek gangguan penglihatan ini bisa diatasi dengan menurunkan saturasi atau tingkat cahaya pada smartphone.

Sayangnya, hal ini tidaklah membantu karena dengan cahaya yang lebih sedikit, maka mata akan lebih fokus dan bekerja dua kali lipat dan bisa menyebabkan sakit kepala. Kecerahan layar yang ideal sendiri adalah kecerahan yang sama dengan cahaya di sekitar. 

  1. Gangguan Mental

Konten yang bisa dinikmati oleh anak bisa meningkatkan depresi dan kecemasan, mengurangi konsentrasi, autisme, bahkan bipolar dan gangguan mental lain yang berbahaya.

Konten negatif, game bertema kekerasan dan seksual yang dinikmati oleh anak juga bisa menimbulkan perilaku agresif dan meningkatkan risiko gangguan mental pada anak.

  1. Berhenti Belajar/Malas

Mudahnya mendapatkan jawaban secara instan di internet bisa menurunkan motivasi belajar anak dan membuat mereka malas untuk melakukan riset terlebih dahulu. 

Bisa dipastikan anak akan lebih memilih menggunakan smartphone daripada buku untuk mencari tahu akan sesuatu.

Dari sekian banyak dampak negatif smartphone di atas, kamu pasti bertanya-tanya mengapa paparan radiasi tidak termasuk ke dalam daftar di atas. Hal itu karena paparan radiasi termasuk ke dalam mitos dari dampak negatif yang bisa disebabkan oleh smartphone.

Paparan radiasi smartphone tidaklah menyebabkan tumor otak atau kanker. Smartphone menggunakan gelombang frekuensi radio (RF), untuk mengirim dan menerima sinyal dari menara seluler. Gelombang RF ini adalah bentuk radiasi non-pengion

Bahkan tidak ada bukti konklusif untuk membuktikan bahwa gelombang RF ini dapat menyebabkan tumor otak atau kanker. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA), yang mengatur keamanan ponsel di Amerika Serikat mengatakan, ”Mayoritas penelitian yang diterbitkan gagal menunjukkan hubungan antara paparan frekuensi radio dari smartphone dan masalah kesehatan.”

Demikian informasi tentang dampak negatif smartphone bagi anak dan balita. Ada baiknya sebagai orang yang lebih tua kamu bisa membatasi dan mengawasi penggunaan smartphone pada anak dan balita agar mereka bisa tumbuh kembang dengan baik, ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.